-

ADVERTISEMENT

Istri pengen, tapi suami kecapekan terus karena tiap hari lembur

5/5

Jumat, 16 Oktober 2020

Sebenarnya, aku malu untuk menceritakan pengalamanku dengan suamikuĀ  ini. Tapi rasanya, mungkin di luar sana juga ada yang tengah mengalami dan kebingungan mencari solusi. Atas dasar perasaan itu, aku bagi pengalamanku sama suami di sini. Namaku Wina (nama samaran), saat ini usiaku 32 tahun, sedangkan suamiku memasuki usia 35 tahun. Semoga pengalaman kami, bisa membantu jika ada yang mengalami masalah yang sama.

Sebelumnya, sejak awal pernikahan hubunganku dengan suami sangat harmonis. Hingga anak pertama kami lahir dan besar, semua masih baik-baik saja. Bahkan akhirnya, suamiku dipromosikan dan mendapat jabatan lebih tinggi di tempatnya kerja. Siapa sangka, itu awal dari badai dalam rumah tangga kami. Kebutuhan sehari-hari memang selalu terpenuhi, kecuali kebutuhan rohaniku.

Sejak saat itu, dia jadi sering lembur dan pulang tengah malam. Tak jarang, suamiku terlalu lelah untuk sekadar mengganti baju. Bagaimana tak resah, bukan cuma seminggu sekarang dalam waktu 2 minggu saja belum tentu aku disentuh. Awalnya aku masih berusaha merayu dengan memasakkan berbagai jenis makanan favoritnya tiap pagi, karena kalau malam dia sering nggak makan. Memijitnya tiap pulang kalau nggak kemalaman. Akhirnya, waktu weekend kami bisa menikmati waktu berdua.

Sayangnya, aku harus sekali lagi menelan kecewa. Belum juga aku sampai puncaknya, suamiku sudah pecah di tengah jalan. Kami sama-sama terkejut karena ini tak seperti biasanya. Apalagi terjadi setelah sekian lama kami tak bercinta. Seketika itu juga suamiku tak bersuara, dan tak melanjutkan kegiatan kami. Keesokan harinya ia jadi murung.

Beberapa hari setelah kejadian itu, kami mencoba lagi. Aku sudah semangat karena biasanya dia sulit diajak main lagi. Tapi lagi-lagi terjadi, dia mengalami ejakulasi dini. Sejak saat itu, hingga beberapa minggu kemudian kami tak lagi melakukan hubungan. Bahkan sempat kami saling uring-uringan, tak saling bicara dan saling mengacuhkan. Aku jadi malas masak sarapan, bahkan kadang menangis sembunyi-sembunyi sebelum ia pulang.

Lalu suatu malam, ia pulang lebih cepat dari biasanya. Setelah makan malam ia berbisik di telingaku, mengajakku mencoba sekali lagi. Aku sempat merasa ragu, tapi suamiku bilang ia sudah punya senjata rahasia. Akhirnya aku mau saja. Sebuah botol kecil di tangan, suamiku bilang namanya Hajar Jahanam. Kami harus sedikit bersabar untuk menunggu minyak ini bereaksi, jadi kami menunggu sambil bercengkrama.

Tak kusangka hasilnya luar biasa. Setelah sekian lama aku merasa hampa karena tak lagi mendapat sentuhan mesra dari suamiku. Kami bisa bersenggama lebih lama. Malam itu untuk pertama kalinya setelah sekian lama, bukan cuma 10 menit seperti awal pernikahan kami, aku bisa minta lagi meski hanya sekali. Tapi hubungan di hari-hari berikutnya, suamiku mampu bermain lebih lama.

Loading...
error: Content is protected !!